Gurat Asa Pangeran Tupai

    Rabu, 03 Juni 2015 : 09.28
    Pangeran tupai melesat menuju barat
    Tiada peduli apa kata paman rimba
    Kemudian tikus abu-abu dibantai oleh ular
    Seekor kelabang bersolek sampai binasa
    Jingga cahanya bola itu kala senja
    Daun-daun tersungkur jatuh di sambar
    Tapi tupai tetap melesat
    Tiada hirau untuk musim yang berubah
    Siapakah gerangan sang wajah
    Seenaknya menjadi ratu dalam jiwa
    Merayu rohani dengan fatwa-fatwa
    Tapi hanguslah sudah perjuangan asa
    Kupu-kupu berpaling ke kayangan
    Bagaimana dengan pangeran?
    Berlalu dalam kota di tepian kereta
    Tanpa mengerti kupu-kupu telah tiada.

    Eghy V. Djaya

Sorot

TERKINI
Copyright © 2018 SASTRA ONLINE - All Rights Reserved | Supported by: PANDE