Rotterdam

    Rabu, 27 Mei 2015 : 09.24
    Tapi aku tuli mendengar jawaban
    Merangkai diksi-diksi dalam diam
    Berpangku malam dengan segelas tanya
    Lalu berapa musim lagi kau akan pulang?
    Aku penat menjadi tunawicara
    Bersunyi diri dan miskin kata
    Semunya menjadikanku tunarungu
    Sementara rindu ini mulai kelaparan
    Segala indera mati suri tercampakkan
    Hentakkan saja pintu
    Lalu bakar pecahkan tungku
    Tiada yang kumengerti selain haru
    Biar saja aku yang menunggu
    Menjadi bangkai raflesia yg membusuk
    Bersama sunyi aku berbaur
    Tapi biarkan aku yang sejati menunggu

    Eghy V. Djaya
    Makassar, 27 Mei 2015.

Sorot

TERKINI
Copyright © 2018 SASTRA ONLINE - All Rights Reserved | Supported by: PANDE